top of page

Frugal Living adalah: Apa Itu Frugal Living, Contoh & Tipsnya


Frugal Living adalah

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini karena selama pandemi, masyarakat dituntut untuk melakukan apapun di rumah saja, dari makan hingga bekerja. Meskipun pandemi telah usai, dampaknya pun masih terasa.

Himpitan inflasi setelah pandemi membuat banyak perusahaan enggan menaikkan gaji karyawannya dan bahkan banyak startup justru melakukan pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini membuat masyarakat Indonesia mulai melirik gaya hidup “frugal living” atau gaya hidup sederhana.

Simak artikel berikut ini untuk memahami arti dari frugal living dan bedanya dengan minimalisme.


Apa Itu Frugal Living?

Apa Itu Frugal Living

Secara harfiah, makna frugal living adalah gaya hidup hemat. Secara istilah, frugal living artinya adalah gaya hidup yang menekankan kesadaran penuh (mindful) sebelum membeli suatu barang dan jasa demi mencapai target keuangan di masa depan.


Contoh frugal living adalah ketika kamu belanja dan tertarik untuk membeli suatu barang. Frugal living terjadi ketika sebelum membeli barang tersebut, kamu berpikir mengenai “apakah barang tersebut benar-benar kamu butuhkan atau tidak” atau berpikir mengenai “ada opsi lain yang lebih murah atau tidak”.


Frugal living berbeda dengan minimalisme. Dalam gaya hidup frugal, kamu tidak masalah jika rumah atau kos kamu dipenuhi oleh barang-barang, selama barang tersebut memang kamu butuhkan. Di sisi lain, orang dengan gaya hidup minimalis cenderung lebih suka beberapa barang saja di rumah mereka dan lebih suka membeli barang mahal asalkan bisa awet selama bertahun-tahun.


Misalnya, jika kamu memiliki gaya hidup frugal, kamu lebih suka membeli handphone dengan harga 1 jutaan atau 2 jutaan meskipun setiap 3 atau 4 tahun sekali ganti. Di sisi lain, orang minimalis bisa membeli handphone dengan harga 10 juta atau belasan juta tapi tidak ganti-ganti hingga 5 tahun atau bahkan 10 tahun lamanya.



Manfaat Frugal Living

Manfaat frugal living

Berikut adalah beberapa manfaat frugal living:


1. Lebih Mudah Mencapai Target Keuangan


Karena membeli barang-barang dengan harga terjangkau, maka akan ada sisa uang yang bisa ditabung atau diinvestasikan. Jadi, jumlah tabungan yang kamu miliki akan lebih besar dan target keuangan kamu di masa depan bisa lebih mudah tercapai.



2. Baik untuk Lingkungan


Alih-alih membeli baju baru, jika kamu orang yang frugal kamu akan lebih memilih untuk menjahitnya saja. Akibatnya, jumlah sampah di rumah kamu akan menurun. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup frugal terbilang baik untuk lingkungan.


3. Membantu Meningkatkan Kesehatan


Makanan yang mahal belum tentu sehat, begitu pula sebaliknya. Dengan menerapkan mindfulness ketika membeli makanan dengan konsep frugal living, maka secara tidak langsung kamu juga memberikan nutrisi terbaik untuk tubuh.



Frugal Living Tips

Frugal living tips

Lalu, bagaimana cara untuk menjalankan gaya hidup ini? Simak beberapa tipsnya berikut:


1. Membawa Daftar Belanjaan Ketika Belanja


Tujuannya adalah supaya kamu tidak melakukan pembelian impulsif (impulsive buying) dan dapat mencatat pengeluaran kamu ketika berbelanja. Dengan catatan ini, kemudian kamu dapat mengevaluasi apa hal-hal yang perlu dikurangi dan apa hal-hal yang perlu ditambah.


2. Memiliki Catatan Keuangan Bulanan


Catatan keuangan belanja tersebut nantinya kamu bisa masukkan ke dalam catatan keuangan bulanan. Catatan ini juga berguna sebagai bahan evaluasi dari gaya hidup kamu selama satu bulan ini.


Cara paling mudah membuat catatan keuangan bulanan adalah dengan menggunakan microsoft excel, hanya saja kamu harus memasukkan data pengeluaran secara manual.


3. Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas dan Terukur


Tujuan keuangan yang jelas dan terukur akan membantu kamu untuk tetap termotivasi dalam menjalankan gaya hidup frugal ini. Sebab diakui atau tidak, gaya hidup frugal membutuhkan kedisiplinan yang cukup tinggi, sehingga perlu motivasi yang kuat untuk menjaga kamu agar tetap disiplin.


4. Mengurangi Penggunaan Kartu Kredit dan Paylater


Adanya fasilitas pembayaran yang mudah seperti kartu kredit dan paylater seringkali membuat orang tergoda untuk membeli barang dan jasa yang sebenarnya tidak mampu mereka beli. Meskipun mudah, kedua fasilitas pembayaran ini memiliki suku bunga yang cukup tinggi, sehingga lambat laun dapat membebani keuangan kamu di masa depan.


Jika kamu ingin menjalankan gaya hidup frugal dan mencapai financial goals yang telah kamu tetapkan, maka sebaiknya kamu mengurangi penggunaan kedua metode pembayaran ini dan pinjaman online. Jika memang digunakan untuk kebutuhan mendesak, pastikan kamu hanya memakai satu atau dua fasilitas pembayaran saja, supaya lebih mudah membayarnya.


5. Menyusun Skala Prioritas


Salah satu tantangan yang harus kamu hadapi ketika masuk usia dewasa adalah bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan serta menyusun skala prioritas berdasarkan dua hal tersebut. Skala prioritas ini penting untuk membuat gaya hidup kamu bisa lebih terarah.


6. Membeli Barang Bekas yang Masih Bagus


Ada banyak keperluan sehari-hari yang bisa dibeli dari toko loak. Selain pakaian dan alat elektronik, hal ini bisa termasuk meja, kursi, kasur, sepatu dan lain sebagainya. Pilihlah barang yang masih bagus dan masih bisa awet. Dengan membeli barang bekas, kamu tidak hanya bisa mendapatkan barang yang bagus dengan harga lebih murah, tetapi juga bisa mengurangi sampah di lingkungan.


7. Hindari gengsi dan FOMO


Salah satu tantangan menerapkan gaya hidup frugal di tengah masyarakat Indonesia adalah “serangan” psikologi seperti gengsi dan fear of missing out (FOMO). Ingat bahwasanya tidak semua opini orang adalah hal yang penting untuk kamu dengarkan. Kamu tidak perlu khawatir akan ketinggalan zaman atau dianggap kuno, karena yang lebih penting dari itu adalah kondisi keuangan kamu aman baik sekarang maupun di masa depan.



8. Membuka Semua Opsi Keuangan


Frugal living tips yang lain adalah dengan membuka semua opsi keuangan. Hal ini dalam artian, kamu harus memikirkan semua opsi sebelum membeli suatu barang. Misalnya, kamu harus tinggal di Yogyakarta karena mendapatkan pekerjaan di kota tersebut, nah untuk tempat tinggal, kamu harus membuka opsi apakah akan tinggal di apartemen, rumah kontrakan atau rumah saudara (jika ada), tinggal di indekos eksklusif atau indekos biasa atau bahkan membeli rumah sekalian. Dari semua opsi tersebut, kamu bisa memilih opsi mana yang paling sesuai dengan target keuangan kamu kedepan.


Dengan menerapkan gaya hidup frugal, bukan berarti kamu tidak bisa senang-senang. Hanya saja, dengan gaya hidup ini, kamu dituntut untuk tahu kapan harus bersenang-senang dan kapan harus berhemat demi terciptanya tujuan keuangan di masa depan.



Subscribe Alpha Edu 

Dapatkan notifikasi update Alpha Edu di email kamu.

Terima kasih sudah join Alpha Edu!

bottom of page