top of page

Cara Beli Saham Beserta Tips untuk Pemula, Ternyata Mudah Banget!


Cara Beli Saham

Dahulu, pembelian saham tidak bisa diakses oleh semua orang karena memerlukan modal yang besar serta harus melalui broker offline sehingga tidak mudah dilakukan oleh investor pemula. Namun, sekarang semua orang sudah bisa membeli saham secara online melalui aplikasi investasi dengan proses pendaftaran yang sangat mudah.


Potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana maupun deposito membuat investor pemula tertarik berinvestasi di pasar saham. Tidak ada alasan lagi bagi kamu jika ingin memiliki surat berharga ini, simak artikel Cara Beli Saham berikut!


Cara Beli Saham Secara Online

Cara Beli Saham Online

Membeli saham, kini sudah bisa dilakukan secara online menggunakan aplikasi investasi saham loh. Enaknya dengan menggunakan aplikasi adalah kamu dapat membeli saham kapanpun dan dimanapun, memantau pergerakan harganya secara live dan mendapatkan data-data teknikal dan fundamental yang dibutuhkan.


Berikut ini merupakan cara beli saham secara online:


1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi


Tujuan investasi menentukan jenis instrumen yang akan kamu beli. Misalnya, kamu ingin beli saham untuk keperluan pernikahan 2-3 tahun ke depan, maka alih-alih memilih growth stock yang pada masa itu belum tentu menghasilkan keuntungan, kamu bisa memilih saham blue chip atau defence stock.

2. Tentukan Aplikasi dan Perusahaan Sekuritas yang Akan Digunakan


Perusahaan sekuritas adalah perusahaan keuangan yang menyediakan jasa broker-dealer untuk menjembatani investor dan pasar modal. Dengan jasa perusahaan ini, investor dapat beli saham dan instrumen pasar modal lainnya, sementara perusahaan menggunakan jasanya untuk menjadi Perusahaan Penjamin Emisi Efek (underwriter) sebelum melantai di bursa. Untuk mengikuti perkembangan zaman, saat ini banyak perusahaan sekuritas yang menerbitkan aplikasi investasi saham.


Tujuannya adalah untuk memudahkan investor membeli saham dan berbagai instrumen pasar modal lainnya. Untuk memilih diantara sekian banyak pilihan ini, pastikan kamu memilih aplikasi yang diterbitkan oleh perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK, memiliki user interface yang mudah dipahami, biaya transaksi terjangkau, dan biaya minimum deposit yang murah.


Contohnya adalah aplikasi Alpha Investasi. Aplikasi ini diterbitkan oleh PT Paramitra Alfa Sekuritas, yang merupakan salah satu perusahaan sekuritas terkemuka di Indonesia dan sudah terdaftar di OJK. Alpha Investasi memiliki user interface yang enak dilihat dan dipahami, dan kamu tidak perlu membayar biaya deposit untuk membuka akun.

3. Membuat Rekening Dana Nasabah di Perusahaan Sekuritas


Rekening dana nasabah (RDN) adalah tempat uang yang akan kamu gunakan untuk investasi saham disimpan. Biasanya, RDN dibuat berbarengan dengan kamu membuat akun saat pertama kali menggunakan jasa perusahaan sekuritas terkait.


Untuk membuka akun ini, kamu perlu menyiapkan kartu tanda penduduk (KTP) dan NPWP. Untuk NPWP bersifat opsional. Tidak jarang, selain diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen penting tersebut, kamu juga akan diminta mengisi formulir dengan baik dan benar serta mengunggah foto selfie kamu dengan KTP.


Tujuannya adalah untuk memastikan kalau KTP tersebut benar-benar milik kamu. Setelah semua syarat diunggah, pihak perusahaan sekuritas akan melakukan verifikasi. Di aplikasi Alpha Investasi, kamu hanya perlu menunggu selama 10 menit sampai proses verifikasi ini selesai.


4. Mulai Memilih Saham


Per bulan Januari 2023, ada sekitar 825 saham yang melantai di bursa. Untuk mendapatkan keuntungan dari investasi pada instrumen ini, tentunya kamu harus bisa memilih beberapa saham terbaik diantara 825 saham tersebut.


Untuk memudahkan investor memilih saham ini, biasanya perusahaan sekuritas melengkapi aplikasinya dengan data-data penting perusahaan, seperti laporan keuangan, laporan tahunan, riwayat harga, data investor institusi dan lain sebagainya.


Kamu bisa menggunakan data-data ini untuk melakukan screening demi memilih saham terbaik. Dalam melakukan riset, pastikan kamu memperhatikan faktor fundamental dan teknikal. Tentukan sektor saham yang ingin kamu bidik dan jangan lupakan diversifikasi.

5. Mulai Melakukan Pembelian Saham


Setelah memilih saham yang menurut kamu bagus, kamu dapat melakukan pembelian saham menggunakan aplikasi. Order pembelian saham tersebut akan dieksekusi secara otomatis oleh sistem ketika ada investor lain yang menjual saham dengan harga yang sama dengan yang kamu masukkan.


Jika hal itu terjadi, maka transaksi kamu akan match dan saham tersebut akan langsung masuk ke portofolio kamu.

Tips Membeli Saham Untuk Pemula

Tips Membeli Saham

Berikut adalah tips membeli saham untuk pemula.


1. Menggunakan Uang Dingin


Uang dingin adalah sejumlah uang yang khusus dialokasikan untuk membeli saham dan bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar utang. Tujuannya adalah ketika harga saham turun, kebutuhan sehari-hari kamu tidak akan terganggu.


Saat ini saham dapat dibeli dengan modal yang cukup terjangkau, meskipun dalam 1 kali beli kamu harus membeli 100 lembar (1 lot) sekaligus.


Misalnya, dengan uang Rp266.000 saja, kamu sudah bisa mendapatkan 1 lot saham Alfamart (AMRT) (per 11 Januari 2023 seharga Rp2.660 per lembar). Tidak apa-apa jika kamu mulai investasi dengan nominal yang kecil, sebab dalam investasi yang dibutuhkan adalah konsistensi.


2. Melakukan Diversifikasi


Diversifikasi adalah membeli dua atau lebih saham sekaligus dengan tujuan jaga-jaga apabila satu saham mengalami penurunan harga. Saat melakukan diversifikasi, pastikan kamu memilih beberapa saham dari sektor yang berbeda.

Dengan demikian, ketika ekonomi sedang tidak memihak sektor tertentu, portofolio investasi kamu masih mendapatkan keuntungan dari sektor lain. Lalu, bagaimana melakukan diversifikasi jika modalnya kecil?


Ada dua opsi yang bisa kamu lakukan. Pertama, kamu membeli dua saham yang berbeda yang semuanya memiliki harga terjangkau. Misalnya, kamu memiliki modal Rp200.000. Modal tersebut kemudian kamu gunakan untuk membeli dua saham berbeda yang seharga Rp900 per lembar.


Opsi yang kedua adalah kamu membeli saham yang lumayan mahal pada bulan pertama, lalu beli saham lain yang sama mahalnya di bulan kedua. Misalnya, pada bulan pertama, kamu membeli saham Alfamart (Rp2.660 per 11 Januari 2023), lalu pada bulan kedua kamu beli saham PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk (Rp2.200 per 11 Januari 2023) yang keduanya sama-sama seharga Rp2.200-Rp2.700 per lembar.

3. Terus Mempelajari Hal Tentang Saham


Saham tidak hanya soal harga dan perusahaan. Investasi saham juga soal peraturan, kondisi keuangan perusahaan, psikologi investor, dan ekonomi secara keseluruhan. Supaya menjadi investor saham yang handal, mau tidak mau kamu harus mempelajari hal-hal tersebut.


Misalnya, mempelajari mengapa kemerosotan perekonomian bisa berdampak buruk bagi investasi saham, atau mempelajari mengapa sebuah perusahaan mendapatkan opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dan apa maknanya untuk investor. Sekarang, kamu sudah lebih mengerti mengenai cara beli saham.


Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai sekarang!



Banner Artikel Aplikasi Investasi Saham Alpha

Comments


Subscribe Alpha Edu 

Dapatkan notifikasi update Alpha Edu di email kamu.

Terima kasih sudah join Alpha Edu!

bottom of page