Bank Indonesia Tahan Suku Bunga yang Kelima Kali

Daily Report 23 Juni 2023
Ulasan Perdagangan
Kamis: IHSG ditutup melemah.
Bank Indonesia (BI) tahan suku bunga di 5.75% yang kelima kali. Hal ini sesuai dengan ekspektasi mengingat inflasi RI sudah masuk kisaran target BI 2-4% pada tahun 2023.
Sektor finansial turun 0.7% YTD ketika keseluruhan kredit perbankan di Indonesia naik! Kredit perbankan pada Mei 2023 tumbuh +9.39% yoy (Apr: 8.08% yoy). Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja korporasi yang meningkat di Indonesia berhasil meningkatkan permintaan semua jenis kredit, terutama di sektor Jasa Dunia Usaha, Pertambangan, Industri, dan Jasa Sosial. Kenaikan kredit tentunya menjadi katalis positif bagi pemberi kredit (bank) karena mendapatkan bunga dari pinjaman. Tercatat, performa Big Banks (YTD) yang berbobot berat di indeks finansial, yaitu BBCA 5.85%, BBRI +10.83%, BBNI -1.90%, BMRI +2.27%. Mayoritas menguat, namun tidak sebesar performa 2022.
Rupiah menguat di pasar spot ke Rp14,918/US$. Harga Komoditas global: Gas, Batu Bara, Nikel, Timah, dan Minyak Mentah menguat. Sedangkan, Emas dan CPO melemah.
Katalis Pergerakan Saham Hari ini :
IHSG berpotensi menguat: support 6,630-6,662, resistance 6,723-6,741.
Rekomendasi Hari ini :
PT PANIN FINANCIAL TBK (PNLF) - Weekly
PNLF menguat 26 poin ke 308.
PNLF berada di downtrend channel jangka panjang.
Membentuk pola inverted head&shoulders.
BOW 2,900-2,960. TP 3,100-3,150 (+8%). SL < 2,860 (-1%).
PT BANK CENTRAL ASIA TBK (BBCA) - Weekly
BBCA melemah 75 poin di 9,050.
BBCA berada di uptrend channel jangka panjang.
Potensi lanjutkan uji resistance.
BOW 9,000-9,050. TP 9,200-9,300 (+3.3%). SL<8,950(-0.5%).